TDL Naik, Percetakan Terancam Bangkrut
Syamsu Nursyam
Artikel Terkait
* Buruh Kota Cimahi Protes Kebijakan TDL
* Massa HTI Tolak Kenaikan Tarif Listrik
* Ribuan Anggota HTI Tolak Kenaikan Tarif Listrik
17/06/2010 11:03
Liputan6.com, Purwakarta: Pengusaha percetakan serta sablon di Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada awal Juli mendatang sebesar 10 hingga 18 persen. Para pengusaha percetakan mengatakan, kini harga bahan baku untuk cetak juga sudah naik, di antaranya kertas dan tinta.
Nurdin Hidayat, misalnya. Pengusaha ini menyatakan, Kamis (17/6), uang Rp 2 juta hingga Rp 3 juta harus dikeluarkan tiap bulan untuk membayar listrik usahanya selama ini. Dengan kenaikan TDL tersebut, ia memperkirakan, tagihan listriknya akan mencapai Rp 3,6 juta.
Keberatan itu ditambah lagi dengan pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang belum maksimal. Misalnya dengan melakukan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan terlebih dulu pada konsumen. Alhasil, usahanya kerap terganggu.
Jika benar TDL naik awal Juli mendatang, pengusaha percetakan terpaksa ikut menaikkan harga jual pada konsumen sebesar 10 persen. Bila tidak, dipastikan usaha mereka terancam bangkrut.(YUS)
sunber: http://berita.liputan6.com
Minggu, 18 Juli 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
